Sabtu, 09 Februari 2013

Karakteristik orang amerika serikat




Bagi seorang asing yang tiba di negara lain tanpa mengetahui budaya (kebiasaan) masyarakat di tempat tujuan seringkali merasa kebingungan. Tidak jarang ada yang menjuluki mereka laksana “Fish out of Water” atau mengalami “Culture Shock”. Oleh karena itu, ada baiknya apabila Anda menyimak tips berikut ini sebelum terbang ke Negeri Paman Sam. 

Description: E:\sssf\a1.jpg



Kebiasaan orang Amerika:

Gaya hidup

      a). Menjunjung tinggi nilai kebebasan individu
Artinya mereka jarang sekali bisa diatur. Mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan bahkan terkadang bertabrakan dengan kepentingan orang lain. Namun, lambat laun sebagian dari mereka mulai dapat menghargai kepentingan orang lain. 
Untuk mendapatkan kebebasan individu, warga Amerika dituntut untuk mandiri terlebih dahulu, terutama mandiri secara finansial. Jadi, sudah menjadi tradisi jika anak Amerika usia 9 tahunan sudah bekerja sebagai loper koran atau membantu atap genteng tetangga yang bocor. Jangan mengkasihani mereka sebab mereka tidak ingin dikasihani. Pekerjaan yang mereka lakukan di usia dini bukan berarti mereka miskin, tetapi itu adalah upaya untuk mendapatkan ’self-reliance’ dan ’individual freedom’ mereka.

   





  b). “To the point”
Jangan pernah terlalu sering berbasa-basi dengan orang Amerika. Contoh: saat mereka bertanya apakah Anda butuh minum atau tidak, jawablah dengan jujur. Kesampingkan dulu nilai ”terlalu sungkan” yang dianut oleh orang Timur sebab Anda sedang berada di Barat. Pandai-pandailah beradapatasi.

Description: E:\sssf\a7.jpg

  


 c.)   Tepat waktu
Tidak ada istilah jam karet di sana. Apabila Anda diundang pukul 07.00 p.m., maka maksimal Anda harus datang setengah jam lebih awal
in time.Untuk berjaga-jaga, jangan pernah datang tepat pada waktunya on time. Orang amerika menganggap waktu itu adalah uang “TIME IS MONEY”

Description: E:\sssf\a6.jpg







Gaya bicara 



a). Laksana ”bermain ping pong”
Orang Amerika suka jika pembicaraan mereka yang belum selesai dipotong oleh lawan bicaranya. Hal ini laksana permainan ping pong di mana masing-masing pemain memukul kembali bola ping pong yang telah dipukul oleh lawan mereka. Pembicaraan seperti ini sangat mereka sukai sebab akibatnya adalah timbulnya ”heat conversation” (pembicaraan yang seru).

b). Cepat dan keras
Jika berbicara dengan orang Amerika, lawan bicara harus selalu memperhatikan setiap tutur katanya. Walau suara mereka cenderung keras, tetapi terkadang kecepatan bicara mereka sukar diikuti. 


Dapat dilihat ciri khas orang Amerika cenderung practical personal.Mereka bukan tipe analisis.Mereka tidak banyak menghabiskan waktu untuk menganalisa sesuatu tetapi cenderung untuk segera mempraktekkannya dan membuat berbagai rencana/tindakan antisipasi apabila yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan/direncanakan.Namun hal ini tidak berarti tidak melakukan analisis dan persiapan dengan baik.

Indonesia kiranya harus belajar akan hal ini. Belajar untuk melakukan pekerjaan secara terstruktur dan baik.Belajar bahwa panduan dan template yang disiapkan sebelum proyek dimulai sangat penting. Semua hal itu dapat membantu untuk lebiih fokus dalam mencapai target pekerjaan.

















Description: E:\sssf\a2.jpg




 
Ciri khas lain dari karakter orang Amerika adalah pemimpin selalu berusaha membuat tim kerjanya bisa menggunakan waktu dengan efektif karena buat mereka waktu adalah sesuatu yang berharga. Mereka sangat disiplin dan selalu membuat perencanaan untuk semua kegiatannya.

Kepemimpinan Amerika yang demokratis membuat mereka terbiasa menghargai setiap pendapat bawahannya.Hal ini membuat para karyawan menjadi sangat ekspresif dan aktif dalam menyampaikan ide dan opininya dan sebaliknya para pemimpinnya juga sangat terbuka dengan ide dan opini karyawannya dan lebih mudah menerima perbedaan. Ketika mereka memiliki sesuatu yang ingin disampaikan atau rasakan mereka akan menyatakannya secara langsung (straight to the point). Bagi mereka lebih baik berterus terang diawal sekalipun untuk hal yang terburuk, agar mereka dapat memikirkan tindakan antisipasinya atau mencari alternatif rencana lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar